Minggu, 04 Agustus 2019

Bogor Diguncang Gempa Banten, Lima Rumah Ambruk


BOGOR- RADAR BOGOR,Masyarakat Bogor ketar-ketir. Mereka dikagetkan dengan gempa bermagnitudo 7,4 Skala Richter (SR) tadi malam. Pusat gempa berada di Samudera Hindia selatan Jawa sekitar 160 kilometer di tenggara kota Pelabuhan Muara Binuangeun, Pandeglang, Banten. Hingga kemarin tercatat, lima rumah ambruk di Kabupaten Bogor dan belasan rumah rusak di Banten.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa terjadi pada pukul 19.03.21 WIB. Episenter terletak pada koordinat 7.54 LS dan 104.58 BT tepatnya di laut pada kedalaman 10 km. Dengan kedalaman 10 kilometer.
Guncangan dirasakan cukup kuat di wilayah Banten, Jakarta, Bengkulu, Lampung, Bali hingga Bogor. Warga yang berada di gedung ramai-ramai menyelamatkan diri. Rumah Sakit Hermina Bogor salah satunya.
Pantauan Radar Bogor, gempa membuat pasien rumah sakit yang berlokasi  di Jalan KH Abdullah Bin Nuh itu dievakuasi tim medis dan keluarga ke halaman rumah sakit.
Sebagian keluarga pasien memilih untuk menjauh dari gedung rumah sakit dan bertahan di jalan. Sementara itu, pasien diamankan di halaman rumah sakit hingga lebih dari satu jam.
Setelah situasi aman, manajemen rumah sakit kemudian menginstruksikan kepada keluarga pasien untuk membawa kembali pasien ke ruang rawat inap.  Keluarga pasien di RS Hermina Aditia  mengatakan, saat kejadian dirinya berada di luar rumah sakit. Seketika, dia lari ke dalam untuk menyelamatkan anggota keluarganya yang sedang di rawat di dalam. Pada saat itu, keluarga pasien dan tim medis rumah sakit sudah berlarian keluar untuk menyelamatkan dirinya masing-masing.
“Kondisinya cukup kacau. Keluarga pasien banyak yang berhamburan keluar rumah sakit dengan membawa anggota keluarganya yang sakit. Bahkan, beberapa pasien enggak kebagian kursi roda, sehingga harus dipapah kerabatnya,” katanya tadi malam.
Dia mengungkap, guncangan gempa di rumah sakit terasa cukup kuat. Karena itu, dia kesulitan ketika menjangkau ruangan kerabatnya yang sedang dirawat di dalam rumah sakit. Tapi, setelah gempa reda dia langsung membawa anggota keluarganya ke tempat yang aman. “Alhamdulilah sekarang sudah aman. Bahkan pasien sudah dibawa kembali ke ruangannya masing-masing,” terangnya.
Sementara itu, dampak gempa membuat lima rumah warga di Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor ambruk. Berdasarkan data yang dirangkum Radar Bogor, lima rumah tersebut tersebar di dua desa. Yakni Desa Kuta (dua rumah) dan Sukamanah (tiga rumah).
“Ambruk nya di bagian dinding dan atap rumah,” ujar Kasi Trantib Satpol PP Kecamatan Megamendung, Iwan Relawan tadi malam.
Iwan mengatakan, pihaknya bersama TNI-Polri langsung terjun ke lapangan untuk melakukan penanganan terhadap warga terdampak. Untuk kerugian yang dialami warga mencapai puluhan juta rupiah. “Laporan terakhir tidak ada korban jiwa. Hanya kerugian materi,” imbuhnya.(drk/tau/deb/lyn/c)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar