Minggu, 04 Agustus 2019

Jika Gerindra Bergabung di Pemerintahan, PAN Bisa Pimpin Barisan Oposisi


JAKARTA-RADAR BOGOR, Pengamat politik dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedilah Badrun menyarankan Partai Amanat Nasional (PAN) tampil memimpin barisan oposisi bagi pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) di periode kedua memimpin Indonesia.
Terlebih, partai yang diharapkan menjadi pemimpin oposisi yakni Gerindra, justru tampak bermanuver hendak merapat ke pemerintahan.
“Kalau misalnya Gerindra jadi bagian kekuasaan, PAN bisa menjadi pemimpin oposisi,” kata Ubedilah ditemui di Padepokan Pencak Silat, Jalan Raya TMII, Jakarta Timur, Jumat (2/8).
Sebagai langkah awal, kata Ubedilah, PAN bisa menjalin komunikasi dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebelum memimpin barisan oposisi. Sebab, PKS yang hingga kini masih konsisten menyuarakan akan menjadi oposisi bagi pemerintahan Jokowi ke depan.
“Jauh lebih terhormat bagi PAN memimpin oposisi,” terang dia.
Ubedilah menilai, PAN mempunyai kemampuan menjadi pemimpin oposisi meskipun perolehan suaranya tidak besar di Pileg 2019. Syaratnya, PAN membawa gagasan kuat menjadi oposisi.
“Kepemimpinan oposisi itu bukan dengan berdasarkan kalkulasi kuantitatif. Kepemimpinan oposisi itu dibangun atas dasar gagasan,” tegas dia.
Sementara itu, senior instruktur DPP PAN Icu Zukafril merasa partainya bakal memilih jalan menjadi oposisi dan tidak masuk barisan koalisi pendukung pemerintahan era Joko Widodo (Jokowi). Icu pun merujuk keinginan kader PAN tingkat bawah yang menginginkan partai komitmen menjadi oposisi. (JPNN)

Berebut Kursi Pimpinan Parlemen Boleh, Asal Transparan


JAKARTA-RADAR BOGOR, Direktur Eksekutif Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Philips J Vermonte mengatakan ketika berekspektasi tentang politik, partai, DPR, MPR, DPD, yang ideal maka di dalamnya ada persoalan kepentingan yang tidak bisa dihindari. Menurut Philips, kepentingan itu bukan untuk dihindari tetapi dikelola secara transparan.
“Menurut saya, terkait misalnya pimpinan DPR, MPR, atau DPD dan lain-lain itu sudah sewajarnya memang akan ada proses-proses bargaining, proses bagaimana menyepakati hal-hal di antara para aktor-aktor politik,” katanya dalam diskusi Empat Pilar MPR Rumah Kebangsaan di gedung DPR, Jakarta, Jumat (2/8).
Dia menjelaskan, pengelolaan kepentingan itu bisa dikerjakan dengan baik ketika dilakukan secara transparan. Dalam konteks ini, Philips tidak mempersoalkan parpol berebut kursi pimpinan lembaga seperti MPR sepanjang dilakukan secara transparan dan mengikuti fatsun-fatsun politik yang sudah disepakati.
Menurut Philips, fatsun politik itu misalnya pemenang maupun parpol koalisi yang menjadi pemenang pemilu sudah sewajarnya memiliki ruang dan hak yang lebih besar dibanding yang kalah. “Kalau tidak demikian, buat apa membuat pemilu sehingga tujuan pemilu itu tidak tercapai,” jelasnya.
Dia menambahkan, sepanjang proses pengisian pimpinan, alat kelengkapan dewan, dan lainnya, dilakukan secara transparan dan mengikuti fatsun politik yang berlaku maka tidak akan muncul kegaduhan. Hanya saja, kata dia, persoalan yang terjadi sekarang para elite parpol seperti tidak mau menerima prinsip itu sehingga menjadi gaduh.
“Jadi bukan karena diskusinya tetapi karena ketidakmauan mengikuti fatsun dan regulasi dari konsekuensi terhadap hasil pemilu, itulah yang membuat gaduh,” ungkap Philips.
“Yang penting kalau buat saya wajar-wajar saja ada perseteruan politik memperebutkan kursi, (karena memang) tugas dan tempatnya sekarang. Kalau setelah dipilih kemudian masih ribut juga, itu yang tidak boleh,” kata Philips. (JPNN)

Sungguh Terlalu, Admin WAG DPP Golkar Depak Member Pengkritik Airlangga


JAKARTA-RADAR BOGOR, Sebuah akun bernama @SuaraGolkar di Twitter mengunggah dinamika internal di WhatsApp Grup (WAG) DPP Golkar. Jelang Musyawarah Nasional (Munas) Golkar yang agenda utama pemilihan ketua umum, suhu politik di WAG yang isinya para fungsionaris partai pimpinan Airlangga Hartarto itu pun menghangat.
Admin WAG Partai Golkar mendepak dua fungsionaris yang mengungah berita-berita menyudutkan Airlangga. Akun @SuaraGolkar lantas mengunggah screenshot percakapan di WAG DPP Golkar.
“Di #JumatBerkah ini admin akan bahas soal fenomena aneh di internal Golkar. Di WAGroup @DPP_Golkar terjadi penambahan admin baru yang bersikap otoriter. Me-remove anggota yang objektif tentang Golkar,” ujar akun @SuaraGolkar.
Yang pertama didepak dari WAG itu adalah Cyprus AT. Selanjutnya yang kena depak adalah M Syamsul Rizal.
“Admin baru WAGroup @DPP_Golkar otoriter sekali. Member Cyprus dan Syamsul Rizal di-remove. Penyebabnya sepele: share berita objektif tentang Golkar. Pak ketum @airlangga_hrt ada komenter?”tulis @SuaraGolkar dengan menautkannya ke akun @jokowi.
Berdasar screenshot WAG DPP Golkar yang diunggah akun @SuaraGolkar, tampak ada berita tentang Airlangga. Syamsul tampak meresponsnya dengan emotikon tertawa. (JPNN)

PDIP Tak Sepakat Pemilihan Ketua MPR Harus Lewat Pemungutan Suara


JAKARTA-RADAR BOGOR, Wakil Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Ahmad Basarah kurang setuju jika pemilihan Ketua MPR RI harus melewati proses voting. Basarah mengatakan, posisi itu harus dilalui di jalan mufakat bersama oleh partai politik dan dari DPD RI.
“Mengenai orang-orangnya atau tokoh-tokoh yang duduk, tentu merupakan hasil musyawarah dan mufakat partai koalisi pendukung Jokowi. MPR adalah lembaga permusyawaratan, maka sangat ideal kalau pilihan pimpinan MPR itu dengan cara musyawarah mufakat, bukan voting,” kata Basarah di Jakarta Pusat, Jumat (2/7).
Basarah menerangkan, ketua umum partai politik akan membahas siapa-siapa saja yang pantas duduk sebagai ketua dan wakil ketua di MPR.
“Saya yakin partai Koalisi Indonesia Kerja akan punya kesepakatan kolektif, bersama, untuk menyepakati siapa saja parpol yang akan mendudukkan kader-kadernya sebagai pimpinan MPR,” tutur Basarah.
Di samping koalisi pendukung Jokowi-Ma’ruf Amin, kata Basarah, tentunya dari koalisi Prabowo-Sandi juga diajak bersama membahas hal ini.
“Jadi simbol pimpinan MPR itu adalah simbol persatuan antara parpol politik yang terbagi dua blok pada pemilu kemarin,” pungkas Basarah. (JPNN)

Bawaslu Minta Disiapkan Dana Rp 26,5 Miliar


SURABAYA-RADAR BOGOR, Komisioner Bawaslu Surabaya bertemu dengan Ketua DPRD Surabaya Armuji. Selain silaturahmi, mereka sedikit membahas tentang anggaran untuk pemilihan wali kota (pilwali) pada 2020.
Ketua Bawaslu Surabaya Muhammad Agil Akbar mengungkapkan, pembahasan anggaran untuk pilwali itu dilakukan lantaran DPRD Surabaya mempunyai fungsi bujeting.
Apalagi, saat ini sedang dibahas perubahan APBD untuk 2019. Anggaran itu digunakan untuk menjalankan fungsi pengawasan oleh Bawaslu Surabaya.
”Sementara disampaikan oleh sekretariat sebesar Rp 26,5 miliar,” ujar Agil.
Namun, belum disampaikan detail anggaran tersebut lantaran masih harus disempurnakan dan dibahas dengan pemkot serta dewan.
Dia menyebutkan, pertemuan itu sekaligus silaturahmi antara dewan dan pemkot. ”Perbaikan komunikasi guna pilkada yang lancar pada 2020,” imbuhnya. (JPNN)

Tumbangkan Filipina 4-0, Indonesia Puncaki Klasemen Grup A Piala AFF U-15


CHONBURI-RADAR BOGOR-Timnas Indonesia U-15, berhasil mengatasi permainan Filipina di matchday keempat Piala AFF U-15 di Chonburi Campus Stadium 1, Thailand, Jumat (2/8/2018) sore WIB.
Dimana, Garuda menang dengan skor 4-0. Sejak babak pertama dimulai, Indonesia mengurung pertahanan Filipina. Namun, kerja keras anak-anak asuh Bima Sakti itu baru berbuah gol pada menit ke-25.
Gol pembuka tercipta setelah Marselino Ferdinan melesakkan tembakan voli keras dari luar kotak penalti. Setelah gol pembuka, Garuda Mudah hanya butuh lima menit untuk menggandakan skor.
Gol kedua Indonesia tercipta melalui penetrasi Alex Kamuru di sisi kanan, bola diteruskan ke Wahyu Agong, yang menuntaskannya dengan gol.
Pada menit ke-38, Indonesia mendapatkan hadiah penalti setelah Diandra Diaz dijatuhkan pemain Filipina. Marcell Januar Putra, yang maju sebagai eksekutor mengubah skor menjadi 3-0.
Hasil itu bertahan hingga turun minum. Di baba kedua, Filipina masih dalam tekanan Indonesia. Meski terus menyerang, Indonesia baru bisa mencetak gol kempat di menit ke-65.
Ruy Arianto melepaskan tembakan dari jarak dekat, namun bola mengenai tiang gawang. Bola rebound kembali jatuh di kakinya untuk kemudian diumpan ke Alexandro Kamuru, yang dituntaskannya menjadi gol.
Unggul 4-0 tak membuat Indonesia mengendurkan serangan. Tim besutan Bima Sakti terus menekan, namun tak ada gol tambahan hingga laga tuntas.
Kemenangan ini membuat Indonesia untuk sementara naik ke puncak klasemen Grup A Piala AFF U-15 dengan 10 poin. Posisi Indonesia bisa kembali turun jika Timor Leste mengalahkan Singapura di malam hari nanti.
Sementara bagi Filipina, kekalahan telak dari Indonesia tak berarti apapun. Sebab, sebelum laga ini mereka sudah dipastikan tersingkir dari Piala AFF U-15 karena belum mendapatkan poin.(pin)

Community Shield 2019 : Liverpool vs Manchester City, Duel Panas Diawal Musim


RADAR-BOGOR, Duel Liverpool versus Manchester City langsung memanaskan atmosfer jelang bergulirnya Liga Inggris. Kedua klub akan bertanding pada laga Community Shield 2019 di Stadion Wembley, Minggu (4/8/2019) malam pukul 21:00 WIB.
Laga tersebut akan menjadi pertanda dibukanya musim 2019-20 di Inggris.
Manchester City menjadi juara Premier League dan FA Cup pada musim 2018-19. Hal itu membuat Liverpool terpilih sebagai lawan mereka pada Community Shield 2019, karena berstatus sebagai runners-up Premier League.
Liverpool masih menyimpan dendam kepada Manchester City setelah kalah bersaing di Premier League. Pada musim kemarin, Liverpool hanya tertinggal satu poin dari Manchester City. Selain itu, satu-satunya kekalahan Liverpool pada Premier League 2018-19, terjadi ketika menghadapi Manchester City.
Laga nanti diprediksi berjalan panas karena perang komentara antara Jurgen Klopp dan Pep Guardiola. Klopp menilai kalau Guardiola mendapat keistimewaan di Manchester City terkait bujet belanja pemain.
Guardiola tak terima dengan pernyataan tersebut dan siap mempermalukan Klopp pada laga Community Shield nanti. Manchester City diprediksi lebih siap karena berhasil mendatangkan pemain incarannya.
Hal itu berbanding terbalik dengan Liverpool yang sangat tenang pada bursa transfer musim panas 2019. Namun, Klopp memastikan kalau skuatnya akan berusaha keras untuk mengamankan gelar Community Shield.
Manchester City tak bisa diperkuat Ederson dan Fernandinho pada laga nanti. Dua pemain tersebut baru kembali berlatih setelah membela negaranya pada Copa America 2019.
Sedangkan Liverpool tidak akan diperkuat Sadio Mane yang mengantarkan negaranya ke laga final pada Piala Afrika 2019. Hal itu membuat Mane mendapat waktu libur tambahan.
Alisson, Roberto Firmino, dan Mohamed Salah sudah berlatih bersama rekan-rekannya sejak awal pekan ini. Hal itu membuat mereka berpeluang tampil pada laga nanti. Begitu juga dengan Naby Keita dan Xherdan Shaqiri yang telah pilih dari cedera. (ysp)